h1

Mereka…

Oktober 10, 2008

Disinilah gw sebagai seorang Life Observer yang hanya bisa mengobservasi hidup tanpa bisa campur tangan di dalamnya. Gw cuma bisa melihat, mendengar dan menyaksikan kejadian2 dalam hidup yang dialami oleh orang lain. Kali ini gw mengobservasi mengenai mereka… ya mereka yaitu pemulung, pengemis dan orang2 yang banyak berada di jalanan.

Gw pernah jalan di antara rumah2 kumuh disebuah kawasan jakarta selatan…. en mata gw tiba2 tertuju pada suatu benda di salah satu rumah gubuk tersebut… ya… ada mobil di rumah itu (bukan ada kompor di matamu). Sempat gw hampir restart otak gw buat meng-up-date ensiklopedia gw bahwa “pengemis punya mobil” bukan “pengemis ga punya apa-apa” gw mencoba berpikir positif, sapa tau tuh mobil bukan punya dia tapi sodaranya ato dia lagi diliput ma “Jika aku Menjadi…” yah sapa tau gitu.

Keterangan lain dateng dari temen gw Anki yang saat ni di Surabaya, dia baru ajah keluar dari WTC baru ngebenerin HP katanya… trus da seorang Ibu2 yang ngedatengin dia en bilang klo dia nyasar di Surabaya ni en mo balik ke kampungnya… Of course Anki ngerasa terharu akhirnya dia ngasih uang yang ga seberapa besar buat ibu tadi, tapi karena da yang ketinggalan Anki balik lagi ke daerah WTC, pada saat itu dia ketemu ibu tadi pas didepan HERO bawa banyak belanjaan…. Lagi2 sebuah pemikiran positif gw adalah tu ibu ngebantu orang buat bawa barang belanjaannya….

One another story dateng dari temen2 D4, yang waktu itu juga liat seorang ibu2 ma 2 orang anaknya juga katanya nyasar…. so beberapa temen gw memberikan sejumlah uang ke mereka, tapi esok hari en esok hari en besoknya lagi mereka tetap ada disana…. Sebuah pemikiran positif yaitu uangnya masih belum cukup buat pulang ke kampungnya…

Ada seorang ibu2 ato bapak2 ato anak2 ato keluarga yang punya usaha yaitu membawahi beberapa orang pengemis ato peminta2 dan mereka mendapat jatah dari yang didapat orang2 bawahannya….

Ada juga yang hanya membawa selembar map berisi surat untuk menyumbang ke sejumlah masjid ato panti asuhan yang akan dibangun….

Tapi aku hanya bisa berpikir positif… walau di TV dan berita semacam reality show banyak yang memaparkan kebohongan-kebohongan mereka… sebenarnya apa yang mereka dapatkan dari semua itu…. apakah mereka tidak merasa kasihan terhadap saudara-saudara mereka yang juga kurang mampu yang akhirnya mendapat tanggapan miring sehingga banyak orang yang tak lagi bersimpatik terhadap mereka….

Apa demi sebuah hidup dan kepentingan duniawi mereka mendorong saudara mereka sendiri ke jurang yang lebih gelap lagi…. kenapa manusia yang katanya punya hati dan naluri serta perasaan yang lembut menjadi sekejam dan setajam taring harimau….

Well that’s all lifes….

See You All😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: