h1

Who’s Said Doesn’t Need Friends ???

Desember 10, 2008

Didunia ini sendirian??? ketik C <spasi> D === Cape Deh…

Banyak orang introvert didunia ini walau salah satunya mungkin orang kaya gw. Dan semua pasti memiliki alasan mengapa mereka memilih menjadi introvert atau extrovert… Entah karena traumatic syndrome atau memang itu bawaan orok (sifat dasar maksudnya). Tapi apakah benar orang2 introvert tidak butuh teman??? Apakah benar orang2 introvert selalu menutup diri dan tidak membiarkan orang lain menyentuh mereka??? Apakah benar mereka tidak ingin berubah??? Inilah pertanyaan yang ingin gw jawab sendiri dengan otak gw… ya… karena gw adalah salah seorang dari orang2 yang introvert tersebut. Walau sifat gw yang extrovert hanya untuk orang2 yang gw anggep teman. Walau sampai detik ini orang-orang yang gw maksud “teman” adalah orang-orang yang memberikan kepercayaan lebih ke gw mengenai permasalahan hidup mereka, dan gw sendiri adalah orang yang agak protektif terhadap permasalahan hidup gw… entah karena traumatic syndrome tadi atau sifat sombong seolah bisa menyelesaikan semua masalah sendirian. Terlalu banyak Traumatic Syndrome dalam diri gw yang berhubungan dengan sesama manusia… contohnya…
1. Orang Asing
Bukan bule… tapi maksudnya orang yang ga gw kenal. Mungkin didepan mereka gw bisa jadi orang yang cool, mungkin friendly, mungkin juga ga peduli… tergantung first perception gw ke orang tersebut.
2. Temen cewek??? Be Carefull
Dimulai sejak SD… gw tipe anak yang bergaul dengan siapapun, tapi… kehidupan mengharuskan gw memilih (ceilah…) mo jadi anak cewek yang populer ato normal… gw pilih normal dan akhirnya mereka (well lo bisa bilang the popular poeples yang kebanyakan cewek) ngejauhin gw… hehehe rasanya kaya nonton sinetron ajah… tapi kenyataan… en gw ngerasa klo lo jadi orang pupoler lo bisa semaunya… klo milih normal lo bukan siapa2…
well… gw punya pengalaman pahit soal ini… dan itu yang ngebuat gw berubah pandangan sampai detik ini…

waktu itu gw kelas 6 SD di SDN Bulak Jaya 1 (sekarang namanya ganti… tau jadi apa namanya)… dimana semua murid A dan B dijadikan satu kelas… ya cuma 1 kelas tapi diisi oleh 60 anak. So pasti jumlah kursi dan meja kurang… yang lain duduk, sisanya lain berdiri. Yang berdiri hanya bisa berdempetan di ujung-ujung meja dekat tembok, dengan berdesak-desakan. Where are the popular poeple??? oh yeah… they sitting on the center of the class… very calm and ignoring everyone who stand up on the corner of the class… yang salah satunya adalah… gw… dan pernah suatu hari gw mencoba untuk datang lebih pagi dan duduk disalah satu kursi, gw bosen stand up party terus selama 6 jam selama setengah tahun… but what they said?

“Hei… ni kan tempat duduk gw” katanya.

“Sorry, masih banyak bangku kosong” gw membela diri dengan ngeliat ke bangku-bangku lain yang masih kosong.

Ternyata ada satu hal yang ngebuat gw kaget en kenapa gw benci sinetron Indonesia, dia bilang gini ke gw…

“Denger ya… lo bukan siapa-siapa… pinter ga… cantik ga… trus populer juga ga…jadi… lo cuma punya tempat disana” katanya sambil menunjuk ke ujung sudut kelas. It means stand up party…

(well, sedikit rasis ato menyinggung harga diri… tapi gw jadi ngerti ternyata Sinetron Indonesia emang asli dari kenyataan… padahal gw masih SD en sinetron indonesia belum seheboh sekarang…)

Well kejadian ini ngebuat gw berpikir… klo lo cantik…lo bisa duduk en ngebuat mereka melemparkan diri kesungai buat ngambil sehelai rambut lo yang jatuh…
klo lo pinter… lo bisa nyuruh-nyuruh orang…
klo lo populer… lo bisa nabrakin mobil lo ke tembok sekolah kapanpun lo stress… (berlebihan ya…) dan itu menyebabkan traumatic syndrome yang lain…
3. Smart equal with Popular
Yup… sejak gw masuk SLTPN 2 Bekasi  (akhirnya gw bebas dari neraka SD yang freaks) walau banyak temen2 SD yang populer itu juga ada disini… gw berusaha mati-matian buat jadi pinter… en gw berhasil… punya banyak teman en mereka menghargai gw sebagai manusia… yes that’s the point… dan itu bertahan sampai gw kuliah…
4. Boys are the best friends
Yup karena dah takdir mereka yang ga banyak omong kaya anak cewek, mereka adalah penjaga rahasia yang baik sebaik mereka menjaga rahasia mereka sendiri… gw lebih senang berteman dengan mereka… lebih benyak berpikir logis en memberi masukan yang dewasa en  yang paling penting tidak mementingkan perasaan.

Tetapi semua syndrome tersebut sedikit luntur sejak gw kuliah… paling ga otak gw dan kedewasaan dalam berpikir ngebuat gw lebih care dan berusaha menaruh kepercayaan terhadap mereka sebanyak mereka percaya ke gw… akhirnya ada sifat “You give me, I’ll give you more”, dari hal kepercayaan sampai kebahagiaan. Temen2 cewek gw waktu kuliah adalah teman2 terbaik gw… mereka memberikan kepercayaan pada gw untuk menjaga rahasia mereka walau hanya beberapa dari mereka yang gw beri kepercayaan untuk menjaga rahasia gw. En mereka semua enjoy2 ajah. Gw salut karena merekalah yang merubah pandangan2 skeptis gw terhadap mereka sendiri. Tapi jika diluar lingkungan mereka… gw tetep orang yang sama… tidak berubah… hanya bersama mereka gw orang yang care dan peka terhadap apa yang mereka rasakan. Berusaha menjadi temen yang baik kapanpun mereka butuhkan. Tapi diluar lingkup mereka gw tetap skeptis terhadap orang lain… kecuali mereka mau lebih dekat ma gw. Yah… makanya tak jarang dari mereka yang bilang klo gw itu… “Untouchable, mysterious, and Invisible” hehehe tidak melebih-lebihkan karena semua itu benar… kayanya keren kan gelar gw… tapi setahun belakangan ini… gw mencoba untuk meleburkan semua syndrome itu dan meniadakannya… karena itu terlalu membelenggu gw dan menjadikan gw orang yang introvert… gw harus berubah… seperti dulu gw percaya ke temen2 kuliah gw… gw harus mempercayai semua orang… tanpa syarat…

Well ceritanya dimulai dari kegelisahan gw beberapa hari lalu yang cuma mengurung diri dikamar selama liburan, tidur malem ga tenang, bangun di jam2 yang ga menentu ngebuat gw bingung ga bisa mikir. Tapi tadi pagi gw bangun jam 4 pagi (walau dijam2 sebelumnya telah bangun dan tertidur lagi) gw dapet pencerahan, ide, ato dalam gambar komiknya ada lampu Philips 5 Watt diatas kepala gw yang lagi bersinar terang. Gw baru ngerasa bahwa selama ini gw sendirian… en ngerasa bahwa dunia gw yang kadang merasa sendiri itu penting… tapi ternyata ga. Gw butuh temen waktu gw pulang, butuh temen waktu gw nonton gossip en ngeluarin komentar kaya ibu2 arisan, butuh temen waktu sendirian walau temen gw nolak mentah2 gara2 sering dicuekin, butuh temen waktu gw boring gara2 j-lo (job less), butuh temen waktu gw stress (paling ga bisa berguna supaya gw ga bunuh diri dengan cara ga sengaja minum Rapika-nya temen gw di botol Aqua).

Well, yang pasti gw butuh temen… maka dari itu kenapa waktu bete gw butuh temen buat ngobrol makanya gw chatting, butuh temen buat sharing makanya gw bloging, butuh temen saat gw bingung makanya gw googling en butuh temen saat stress makanya gw guling2 huehehehehe. Gw sadar… selama 22 tahun gw punya banyak teman, tapi kebanyakan gw cuek dan menghabiskan waktu dengan pemikiran-pemikiran gw sendiri, gw punya sejuta sahabat tapi gw lebih banyak berteman dengan pemikiran-pemikiran gw sendiri. Ya… tidak semua orang mengulurkan tangan untuk menjadi sahabat tetapi juga tidak semua orang membuat kita terjatuh dalam pemikiran skeptis mengenai pertahanan diri supaya apa yang mereka lakukan tidak menyakitkan bagi kita. Gw selama ini masih terbelenggu dalam pemikiran2 gw sendiri… sebagai tembok pertahanan diri dari pemikiran2 semua orang mengenai gw, karena gw takut sakit hati… padahal… supaya gw bisa kuat justru itu yang harus gw hadapi bukannya malah bersikap defensif. Ya… gw baru sadar… I need friends so much… thanks buat temen2 gw yang meluangkan waktunya buat denger en mengetahui betapa rumitnya pemikiran gw… dan betapa dangkalnya otak gw untuk memahami perasaan seseorang. Thanks for being my friends… kalian adalah orang2 yang membuat gw melihat keindahan dunia dan menyadari banyak hal jika gw memandang dari sudut yang berbeda… sudut-sudut dari mata kalian yang mempercayai orang lain… for once again… thank for you all… thanks for being my friends…

forever3forever-friends
See You All😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: