h1

Cuplikan : The Historian

Januari 22, 2009

Baca… baca… en baca…

Jakarta lagi-lagi diguyur ujan… en flu gw dari seminggu lalu juga belom sembuh2. Untung jalanan ga becek2 amat. Karena sampe sekarang tukang ojek semuanya dah di boking ma CInta Laura…. eh gw ga suka ma band baru “Radio Style” lagunya yang “Kau” kaya opening song-nya Detective Conan / Case Close, kaya band “Kertas” yang lagunya “Kekasih yang tak dianggap” kaya lagunya opening song Inuyasha-V6 “Change the World”.

Lama ga ngereview yach… terakhir Review Twilight ya? Kemaren temen kantor gw nawarin sebuah buku untuk dijadiin bantal, ya ga lah… buat dibaca.

historian-7996721

Pertama kali gw liat judulnya “The Historian”, karya Elizabeth Kostova. Berhubung tuh buku beratnya kaya beras, gw akhirnya bawa pulang buat dibaca dirumah. Dalam perjalanan pulang gw baca sinopsisnya bentar,

“the ability of history to provide insights into how to deal with the present and future, as well as the danger of ignoring such insights. History can often “reach forward” to grab people in the present”.

Hmm… kayanya seru… sejarah apa yang mau diungkap ya? Jadi penasaran. Waktu dirumah, gw mulai baca pelan-pelan. Gw liat dari segi banyaknya halaman en ukuran hurufnya… gw ngebandingin ma Harry Potter and The Deathly Hallows… 999 halaman dengan ukuran tulisan lumayan gede 14.Trus Angels & Demons 700-an halaman dengan ukuran tulisan normal 12… lumanyan. Tapi buku ini… ya The Historian ini… tebelnya cuma 798 halaman tapi tulisannya bo’… mungil amat… mungkin 10. Gw akhirnya memutuskan buat ngebaca tuh buku dengan hati2 (karena punya orang), lebih sangat berhati-hati (karena harganya lebih mahal dari buku2 yang gw beli), dan sangat-sangat berhati-hati sekali (karena ukuran hardcovernya bisa lumayan sakit klo dibuat nimpuk orang), plus membaca dengan jeli dan pelan-pelan. Karena klo pake kecepatan baca gw yang absurd dan dipastikan gw cuma inget nama pengarang, nama tokoh, en si tokoh hidup bahagia di akhir cerita, sangat tidak sopan… Nah… berhubung gw musti baca pelan-pelan, gw baru sampe Bab 18. Itu pun dengan short attention span gw yang lumayan parah. Biasanya gw bisa ngabisin satu buku dalam 1 hari… tapi kali ini jangan… kasihan bukunya.

Nah kali ini gw mo nge-review sebuah buku yang penerbitnya sama dengan Twilight yaitu Little, Brown and Company en sama-sama masuk New York bestseller, dan udah di translate ke 28 bahasa… hmm Harry Potter berapa bahasa ya? 75 bukan? Katanya siy… Novel ini mengikuti bahkan di banding2ing ma novel The Da Vinci Code, padahal menurut gw beda banget. Mungkin kesamaannya hanya pada penelusuran sejarah masa lalu kali ya…

Novel ini berjudul “The Historian”, cerita tentang seorang anak diplomat yang ingin mencari tahu kebenaran mengenai Drakula, Dracula, ato bahasa dulunya Drakulya … atau Vlad the Impaler, Vlad si Penyula. Darcul -> anak naga, Vlad ini kemungkinan adalah seorang pangeran dari orde naga yang di tangkap oleh kerajaan Ottoman. Orde Naga diceritakan disini adalah pasukan romawi yang ditugaskan untuk bertempur dengan pasukan kerajaan Ottoman dan akhirnya melakukan gencatan senjata, sampai suatu saat kerajaan Ottoman tahu bahwa Vlad adalah duri dalam daging. Julukan penyula, karena Vlad sebagai pemimpin dari Orde Naga sering membuat pasak untuk membunuh korban2nya, well… ceritanya agak serem niy.

Cerita ini dari sudut pandang pertama, yang kadang2 berubah… dari si Historian, ayahnya, en beberapa karakter lainnya, yang ngebuat gw agak sulit memahaminya en kudu baca berkali-kali. Dimulai dari si Historian (yang tak pernah diketahui namanya sampai akhir cerita, katanya siy namanya sama ma neneknya… tapi neneknya ajah ga disebut nama depannya… cuma Ms. Getzi, Gw jadi stress juga. Seakan kitalah si Historian tersebut), menemukan sebuah buku tua di perpustakaan ayahnya… buku tersebut sangat tua, ditilik dari sampul, kertas dan bau buku tersebut. Pada halaman2 pertama buku tersebut hanya ada lembaran kosong, dan dihalaman tengahnya terdapat ukiran naga dari kayu. Didalamnya terdapat sebuah surat yang ditujukan untuk “my dear and unfortunate successor”, penerusku yang kusayang dan tidak beruntung. Selain surat-surat tersebut terdapat peta yang menunjukkan keberadaan kuburan seseorang yaitu Vlad si Penyula, atau Vlad Dracula, Pemimpin terkejam di Wallachia.

Nah berhubung gw sendiri baru sampai Bab 18 en itu belum masuk petengahan buku so… review selengkapnya dipending dulu… tapi buat yan dah baca pasti bisa melihat, klo lebih banyak sejarah dibanding si horror2nya. Plus… satu hal yang gw pikirin sejak gw baca sambil liat2 di Wikipedia tentang Historian ini. Yaitu… Drakula yang entah kenapa ko gw jadi ragu… itu mahluk satu rumpun ma vampir ga? Trus… si drakula ini bahkan punya keturunan lho… jadi inget ma Twilight. Entah dikebetulan atau bukan… gw ga tau.

Pokoknya gw bakal tetep baca sampai akhir, en pengen tau sejarah Dracula and The Order of Dragon huahhahahah kaya Harry Potter ajah huahahahhah…

See You AllšŸ˜›

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: