h1

The High Lord Little Reviews

April 29, 2009

When you trust somebody you ‘can’t trust’. And when you stand for another on the ‘wrong’ side.

Hmm, kalimat yang diatas OK ga sih?. Eh sorry atas postingan ga berguna sebelumnya, gw lagi blank, ga tau tuh nulis apa. Dah lama juga ga nge-review, terakhir The Historian yang masih sepertiga ya? Kali ini gw mo nge-review The High Lord, ini buku ketiga dari kisah ‘The Black Magician Series’ yang dikarang oleh Trudi Canavan, seorang penulis wanita yang memenangkan Aurealis Award. Pertama waktu jjs di Gramed Semanggi, gw tertarik ma gambar sampulnya (yang jadi model magician-nya ganteng euy, capa ciy, kenalan dong…). Dan setelah baca sinopsisnya jadi penasaran. Nah masalahnya gw emang belum baca seri pertama en kedua-nya yang berjudul ‘The Novice’ dan ‘Magician Guild’. Tetapi buku ketiga ini juga ga banyak ngebuat kamu pusing harus baca buku pertama en keduanya (menurut gw). Sebenernya dah lama juga mungkin dua bulan lalu gw beli, dan sekarang lagi dipinjem ma temen gw setelah gw rekomendasikan. Let’s review it.

high_lordCerita dimulai dari setahun setelah Sonea yang berhasil mengalahkan Regin (teman yang selalu mengejeknya) di ‘Arena’. Setelah itu ia mulai mendapatkan banyak teman dan perhatian dari para guru pengajarnya, selain itu dia juga menjadi Siswa Favorit Ketua Tertinggi. Sebenarnya, menjadi siswa favorit bukanlah alasan utama mengapa Akarin memilihnya, tetapi lebih tepatnya adalah untuk menjaga rahasianya sebagai Black Magician. Sonea mau menjadi siswa favorit (sandera, arti sebenarnya) supaya guru pembimbingnya terdahulu(yang juga mengetahui rahasia tersebut), Lord Rothen, karena Akarin dicurigai sebagai penyihir hitam yang telah banyak membunuh orang di kota. Sonea diberikan buku-buku tua dari perpustakaan Akarin, salah satunya adalah buku Autobiografi Lord Chorin, penyihir kontruksi/arsitek yang terkenal. Didalamnya dijelaskan mengapa dia tidak sengaja mempelajari sihir hitam tanpa mengetahui apakah benar itu sihir hitam. Buku-buku Akarin berikutnya juga mengenai cara-cara mengunakan sihir hitam dan sejarah tentang sihir hitam yang dulu pernah ada di Perserikatan, dulu sihir hitam disebut sebagai sihir tertinggi, hingga pada suatu hari seorang murid menggunakan sihir hitam untuk menjadi lebih kuat, sejak itu Perserikatan Penyihir melarang sihir tertinggi dan menamainya sihir hitam dan tidak diperbolehkan ada di dalam Perserikatan Penyihir. Pertama, Sonea memang takut dan penasaran mengapa Akarin memberinya buku-buku tersebut. Saat Sonea mulai menyerap informasi dari buku-buku itu dia diajak oleh Akarin menemui seseorang yang ditawan, orang tersebut adalah seorang budak, dan berasal dari Ichani (kaum Shacaka yang diasingkan ke gurun). Dan disini Sonea diajarkan cara membaca pikiran seseorang walau tanpa persetujan orang tersebut. Dari sana banyak hal yang dia dapat, bahwa selama ini pembunuhan yang sering terjadi di kota karena sihir hitam memang benar, tetapi tidak dilakukan oleh Akarin melainkan para budak tersebut. Dan juga mengenai rencana kaum Ichani yang akan menyerang Kyralia.

Mengetahui hal ini Sonea jadi mengerti mengapa Akarin mempelajari sihir hitam, bukan untuk membunuh melainkan untuk menyelamatkan Kyralia dari kaum Ichani. Dan alasan Akarin memilih Sonea menjadi siswanya supaya ada orang yang menjadi saksi, disaat yang sama Sonea pun mulai memutuskan untuk belajar sihir hitam untuk membantu Akarin menyelamatkan Kyralia. Saat Akarin terluka karena bertarung dengan salah satu budak Ichani, Sonea menyatakan niatnya untuk mempelajari sihir hitam. Dalam waktu singkat Sonea telah belajar banyak mengenai sihir hitam dan cara mengambil kekuatan lawan dengan merobek pertahanan alami mereka (menorehkan luka dikulit lawan), dengan cara ini pula ia membunuh seorang budak Ichani dalam pertempurannya bersama Akarin untuk pertama kalinya (Disini juga ia pertama kali tahu bahwa Akarin adalah mantan budak). Ceryni (sahabat Sonea sejak kecil), syok melihat Sonea membunuh budak tersebut, ia menonton pertarungan tersebut bersama wanita Sachaka bernama Savara (yang pada akhirnya diketahui sebagai Penyihir dari Sachaka). Ceryni adalah seorang Pencuri yang memiliki posisi yang tinggi dan memiliki link yang luas sehingga dia dimintai tolong oleh Akarin untuk mencari semua budak Ichani yang menyusup ke Kyralia, dengan sebagai imbalannya Sonea tidak boleh diberitahu bahwa ia membantu Akarin.

Disaat yang sama Perserikatan yang mulai mencurigai Akarin, menggeledah kediamannya dan menemukan perlengkapan penyihir hitam dan menemukan buku-buku sihir hitam dikamar Sonea. Dan akhirnya mereka ditahan dan disidang, yang berakibat mereka diasingkan ke Sachaka. Dalam pengasingan mereka, mereka membuntuti kaum Ichani yang akan menyerang Kyralia, dan merencanakan untuk menyusup ke Kyralia melalui Imardin. Dalam perjalanannya mereka bertemu Dorian (anak laki-laki Lord Rothen yang juga penyihir penyembuh), dan bersedia membantu mereka setelah pertarungan melawan penyihir Ichani. Mereka memasuki Kyralia dengan bantuan Ceryni, Sonea yang senang kembali bertemu Ceryni sedikit syok karena Ceryni menyembunyikan keterlibatannya dalam membantu Akarin. Penyerangan dimulai saat gerbang Selatan diserang oleh sekumpulan penyihir Ichani, walau jumlah mereka sepuluh orang tetapi dengan menggunakan sihir hitam mereka membantai puluhan penyihir Kyralia sekaligus. Pertempuran sengit pun dimulai, para Penyihir Kyralia dibantu Sonea dan Akarin (secara sembunyi-sembunyi), berhasil melumpuhkan beberapa penyihir Ichani.

Dan saat pertarungan terakhir antara Akarin, Sonea dan pimpinan penyihir Ichani bernama Karako, Akarin memberikan seluruh kekuatannya pada Sonea, sehingga Sonea berhasil menumbangkan Karako, dan Akarin meninggal sesaat setelah memberikan seluruh kekuatannya. Di akhir cerita, Sonea menjadi penyihir hitam yang ditugaskan bekerja di rumah sakit untuk membantu kalangan non-penyihir. Dan meminta bibinya untuk tinggal bersamanya dan Rothen demi menjaganya, pada awalnya bibinya menolak dan setelah diberikan alasan yang sebenarnya bahwa Sonea sedang mengandung anak dari Akkarin bibinya pun bersedia tinggal dengannya.

Dan merujuk pada sequel-nya, Sonea melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Lorkin, dan menjadi main protagonis di ‘The Ambassador’s Mission’.

trudi_canavan_the_high_lord_cover1

PS : Sulit juga nge-review, sebenernya malah niat nulis isi seluruh bukunya sekalian, tapi kalau dilakukan bisa lebih dari sehari nulisnya. Well, menurut gw ceritanya bagus banget, and best recommended for you dengan plot yang ga terduga ngebuat kamu tidak melewatkan satu baris pun. Nah disetiap babnya ada selipan gambar yang mewakili cerita, gw jadi inget novel Souryuden yang juga diselipkan gambar-gambar dari CLAMP. Gw saat ini lagi baca bukunya Souseki Natsume yang berjudul Botchan. Best recommended juga tuh, ntar gw review, tapi ngomong-ngomong Souseki Natsume, bukan Souseki yang ada dilembaran uang seribuan Jepang bukan siy? Aah, tau deh. Kalau ada nouvel yang bagus tolong rekomendasikan ke gw ya, lagi asyik-asyiknya baca niy.

See You All😛

One comment

  1. I’m astounded at how easy you make this topic look thanks to your articles, although I must confess I still don’t quite fully
    grasp it. It seems too complicated and extremely broad for me personally.
    I am eager for your following publishings, I
    will try to get the grasp of it.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: