h1

Four Days :: Reunion, Decision and Four Season on My Heart

Mei 18, 2009

When the season comes, my heart would change so fast…

Yup dah pertengahan bulan Mei, en kayanya di e-mail banyak banget reminder ultahnya temen-temen gw. So, sekarang gw mo ngucapin met ultah untuk beberapa temen-temen gw yang ber-ultah di bulan Mei.
1. To Arief ‘Chubby’ Setio Budi, for twenty-four-years-old huahahhaha, bentar lagi 25 boss. Gw doain semoga berhasil BNI-nya, plus moga cita-citanya tercapai (mo jadi Manager di umur 35 tahun, amin…), gw iri cita-cita gw paling tinggi cuma mo panjat pinang di gunung himalaya. Ohya, the best of the best wishes for u, moga cepet dapet jodoh, tapi gw duluan yang married huahahahha.
2. To Rahmad ‘Cemet’ Zainuddin, for twenty-four-years-old, walau kita jarang es-em-es ato chat, gw masih inget bahwa kamu adalah orang yang sangat baik walau sering di hina-dina sampai rata dengan tanah, huhuhu, doanya moga semakin baik dan cepat menyebarkan undangan pernikahannya.
3. To Andik ‘Bogard’ Hermansyah, for 24 or 25, boss? entah kamu masih idup ato ga, ko ga da kabar? pokoknya moga semua mimpi dan harapannya terkabul, amin…
4. To Ahmad Amin ‘Baron’ Hermanto, for twenty-four-years-old, kalo ga salah juga. Moga cepet married ma adeph, huhuhu dari semua temen kayanya dia kamu en cemet yang hampir-hampir tak ada kabar.
5. To all friends on FS & FB who’s born on May, maaf ga mungkin sebut satu-satu, pokoknya moga sehat selalu en teruslah berusaha meraih impian kalian!!!
6. To all people in the world who’s born on May, let’s hope and make better future for us and next generation.

First Day :: Thursday
Sebuah pintu terbuka. Aku mendekat kearah pintu itu, aku sedikit gentar karena tidak memiliki password untuk masuk kedalamnya. Kuberanikan diriku, mngumpulkan segenap kekuatan untuk memohon dan berharap. Sehingga keinginan itu lebih kuat dari rasa takutku. Menjelaskan segala yang kuketahui dengan sedikit berbohong kepada penjaga dipintu itu, dan akhirnya aku diharuskan menunggu untuk mendapatkan password dari penjaga tersebut.
Dalam penantian, aku bertemu dengan seseorang yang kurindukan. Seseorang yang melahirkanku, dan menjagaku selama aku masih kecil, yang selama beberapa bulan ini hanya kudengar suaranya saja. Di hadapannya aku bersikap dewasa, dan menceritakan segala pemikiranku mengenai setiap pengalamanku yang kulihat dengan mataku sendiri selama setahun itu. Aku mendengarkan bagaimana responnya mengenai pemikiranku, ternyata kami memiliki pemikiran yang sama. Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam itu, aku berada didekatnya. Bisa bersenda gurau dan bertukar cerita, seolah kami berkumpul dengan seluruh keluarga. Dan bagiku, setiap detiknya aku bersyukur kepada Sang Pencipta, karena memberika kesempatan padaku untuk bertemu dengannya.
Sebuah berita gembira, aku mendapatkan password yang kuinginkan.

Second Day :: Friday
Aku mengantar ibuku pulang, dan tetap sama dengan janji beberapa bulan yang lalu ‘Akan pulang secepatnya, setelah kuraih impianku’. Tidak segemetar kemarin, tidak segugup kemarin. Hanya saja saat aku memasuki pintu tersebut, aku tidak menemukan hal yang kuinginkan. Aku tidak bisa melihat jauh kedepan, hanya sebuah pemandangan singkat. Aku kembali meragukan diriku sendiri, takutkah aku? Atau sebegitu pesimiskah diriku?. Aku tidak suka hal yang tak pasti, aku tidak bisa mengambil keputusan dengan double standard.
Setelah mendengar berbagai masukan dan saran, kuputuskan untuk keluar dari pintu tersebut. Membiarkan diriku kembali berjalan dan mencari pintu yang lain. Pintu dengan masa depan yang kuinginkan. Saat itu aku sadar, keinginanku bisa menjadi kenyataan jika aku bisa fokus, jika aku bisa benar-benar optimis. Dan selama ini ternyata aku hanyalah seorang pengecut yang takut akan masa depanku sendiri. Aku terlalu lama terkubur dalam hutan salju yang gelap dan dingin. Berharap bisa menemukan cahaya dalam badai yang tak pernah berhenti.

Third Day :: Saturday
Menghabiskan waktu untuk bermimpi, menghabiskan waktu untuk merenung, dan menghabiskan waktu untuk kembali dalam kegamangan jiwaku. Bahkan aku bisa melihat kedalam hatiku, sebuah hutan yang tertutup salju yang putih, sebuah rumah kayu kecil dengan perapian yang menyala, disanalah aku berada. Berharap api tak pernah padam, berharap musim semi segera mencairkan salju dihutan, berharap bunga-bunga akan tumbuh menghiasi hutan.
Bahkan aku bisa melihat disudut hatiku, daun-daun maple bergururan. Warna oranye memenuhi langit dan tanah. Bagaikan waltz menari terbawa angin. Sebuah nyanyian musim gugur, dan aku hanya bisa merasakan angin dingin yang berhembus kencang. Menerbangkan mimpi-mimpiku, membawanya jauh tanpa tersisa.

Last Day, Fourth Day :: Sunday
Aku bisa merasakan semilir angin hangat menerpa kulitku. Membangunkan tidurku, musim semiku telah tiba. Aku menyalakan Tv dan melihat hal-hal yang kuinginkan. Hampir setengah hari aku menikmati musim semiku, banyak impian yang kubuat, berharap musim gugur tak lagi datang (saat itu). Mengumpulkan ranting dan makanan untuk kembali menghadapi musim dinginku. Aku bisa melihat bunga sakuraku tumbuh dengan subur, menerbangkan daun-daunnya. Langit berwarna putih, biru dan merah muda. Hutan putihku tergantikan dengan hutan hijau nan hangat.
Setengah hari berikutnya aku diterpa musim panas, banyak hal yang harus dilakukan dalam tempo yang sangat cepat. Bekerja ini, bekerja itu. Dan merajut kembali baju musim dingin sebelum jam 12 malam berdentang. Aku bisa merasakan bau matahari, dan deburan ombak dihatiku.
Pukul 12 malam, the end of the day, and the begining of a new day. Musim panasku langsung berganti musim dingin yang cepat, tanpa ada tanda-tanda datangnya musim gugur. Hutan dihatiku langsung kembali menjadi putih. Salju terus turun, membawaku dalam tidur yang lelap dengan mimpi yang dingin. Angin yang berhembus menggetarkan setiap kaca jendela. Api diperapianku hanya memberi rasa hangat yang tipis. Kembali dalam kegamangan jiwaku.
Aku hanya seorang pengecut, pesimistic, dan seorang penyendiri. Merasa rumah kayuku adalah segalanya, dan bersikap egois dengan tidak berusaha keluar dari hutan saljuku. Dan berharap seseorang datang dan membawaku kepadang rumput dan musim semi tiada akhir.

Shiroi Mori, Akikaze no uta, Utai Sarishi Hana, Natsu no Kakera :: Ketsui no Asa Ni
(All Title Songs or Aqua Timez, for background sound season theme)

See You All😛

4 komentar

  1. […] Four Days :: Reunion, Decision and Four Season on My Heart […]


  2. haii jeeng…
    pengunjung blog mu unik2 yak =p
    komen d atasku tuh ngumpulin link2 berbagai blog dari berbagai bahasa. hmmm iya kan? *ato aku yg salah nangkep? :p


  3. Hayo…pulang kampunga ga mampir Surabaya???Katanya kangen aku :p


  4. Hayo…pulang kampung ga mampir Surabaya???Katanya kangen aku :p



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: