h1

A noted smile [part 2]

Juli 29, 2009

Cool… i could make it into part 2…

Kemarin Ibu kost gw tanya, ‘Kamu suka ketawa-ketiwi dikamar, emang lagi ngobrolin apa sih? Sama siapa?’.
Gw jadi bingung, selama sebulan lebih gw tinggal sendiri dikamar itu. Dan jujur aja, gw masih waras untuk ukuran waras diRSJ Grogol. Dan alasan kenapa gw ketawa-ketiwi dikamar adalah… karena gw suka nonton acara lawak dan baca komik. Semua itu membuat gw merasa lebih hidup lagi setelah seharian bete dikantor.

Dan kemarin malam juga gw sedang berpikir, kalau makan tiga kali sehari itu tidak begitu enak. Bukan berarti gw ga bersyukur, tapi… jika perut terasa terisi sedikit, itu sudah lebih dari cukup. Dan hal itu berlaku juga dengan kebahagiaan dalam kehidupan gw, jika ada sedikit senyum dihari ini, itu artinya gw bahagia. Nggak nyangka hidup gw sesimple dan sesederhana itu ya. Tapi gw sadar… gw orang yang kaku, naif dan terlalu egois. Tidak ingin melihat orang lain sakit hati atau tersakiti karena gw. Tapi… apa yang bisa gw lakukan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, harta ataupun kekuasaan… gw nggak punya, apalagi kekuatan untuk bisa jadi superhero atau semacamnya.

Pernah gw ditanya ma temen gw, lo mau jadi apa? Apa nggak mau cari kerja dengan gaji atau tempat yang lebih enak?, menurut gw… itu oke juga. Tapi… gw ga minat kejar uang atau karir. Well money is important thing for life, but i never think that so important. Maka dari itu, gw punya jalan dan cara sendiri dalam menemukan setiap jengkal kebahagiaan yang gw inginkan. Salah satunya menjadi penulis blog dan curhat serampangan kaya gini.

‘I couldn’t change the world, i couldn’t lead people to change the world. But i’ll try to made something, that lead people to open their minds, to made them re-think once again how to build the world without pain’, dan karena itu… gw menulis. Beneran bisa gitu nggak ya??? Jadi nggak percaya diri nih.

Dunia yang dibangun dengan tujuan mencapai kesempurnaan bagi sebagian orang, dunia yang dibangun atas rasa sakit, dendam dan tujuan yang sementara, bukanlah dunia yang bisa dikatakan indah untuk hidup. Mungkin semua terdengar klise, tapi itu benar. Dan jika ditanya bagaimana perndapat mengenai perang atau teror atau ancaman lainnya, gw cuma bisa bilang dengan naif dan egois… ‘Better to never existed’.

Let’s to learn how to make every people around us smile, and life without pain.

See You All😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: