h1

The Child Who Trapped on Adult Body : 2

September 12, 2009

Mulut-mu adalah Harimau-mu

Itu adalah kata-kata yang biasa aku dengar saat masih kecil. Peribahasa tepatnya. Tapi saat ini itu adalah perkataan yang dilemparkan ke orang lain saat mereka mengolok-olok dirinya, tanpa pernah sadar bahwa dirinya pernah melakukan hal yang sama.

Dulu jarang sekali ada anak-anak atau remaja yang berani bicara dengan suara keras ataupun mengolok-olok orang tua mereka ataupun orang lain yag lebih tua. Tapi saat seperti ini, hal tersebut sudah biasa terjadi. Entah untuk sekedar bercanda atau sebuah lawakan.

Mungkin saat ini olok-olok adalah hal yang biasa, tapi bagaimana jika itu menjadi kebiasaan ang dapat menyakiti hati orang lain? Paling mereka hanya berkata ‘Ah, nggak asyik lu. Ga bisa diajak becanda’.

Saat mulut kita berucap, ada sebuah ‘check valve’ dalam diri kita yang lansung berjalan. Dan itulah yang dinamakan dengan HATI (Heart). Saat kita mengolok-olok seseorang secara sadar atau tidak, dengan serius atau sekedar bercanda maka check valve tersebut akan memberikan sinyal kehati kita dan membuat kita merasakan tajamnya ucapan yang kita rasakan. Tapi sinyal tersebut hanya terasa sedikit sakit. Sungguh hanya sedikit.

Bagi mereka yang terbiasa dengan rasa sakit tersebut saat mengolok-olok seseorang, mereka akan terus melakukannya tanpa ragu dan menganggap itu adalah hal yang biasa. ‘It just a joke’ atau ‘just kidding friends’ begitulah yang mereka ucapkan saat selesai mengolok-olok orang lain tanpa mengerti apa mereka memaafkan atau tidak.

Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan rasa sakit atau kita biasa bilang sebagai ‘Sensitive Person’, mereka akan merasakan efek rasa sakit saat ucapan mereka terdengar tajam walau ditelinga mereka sendiri sehingga mereka akan menjaga ucapan dan lebihberhati-hati dalam bicara. Dan jika mereka terlanjur melakukannya, hatinya akan terus merasa sakit atau tidak enak sampai mereka meminta maaf dan dimaafkan oleh orang yang tadi dioloknya.

Dan pertanyaannya saat ini, apakah Check Valve kita saat ini masih berfungsi dengan baik sebagai alat pengukur setiap sikap dan perlakuan kita terhadap orang lain???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: