h1

Countdown The Year, Countup The Problem

Desember 28, 2009

W-O-W

Akhir tahun yang penuh dengan masalah yang mendebarkan ya.

Pertama, untuk saudaraku ibu Prita Mulyasari. Well, we share the first name… semoga anda bisa menikmati indahnya kebenaran dan keadilan dari Allah SWT yang datang melalui tangan-tangan saudara anda yang bahkan hanya mengenal anda melalui layar kaca.

Kedua, LM (tsah… ni mulai nulis ala reportase berita kriminal) yang menggemparkan dunia infotainment dan dunia jurnalistik Indonesia. Well, although you didn’t really involve… tapi akhirnya semua lapisan masyarakat bisa berpikir melalui sudut yang berbeda-beda. Dan mengenai MUI yang menegaskan bahwa tayangan infotainment itu HARAM, well saya SETUJU bayangkan saja dari 30 menit tayangan tersebut 10%-nya iklan, 80% berita asli gossip diselingi komentar dan narasi yang juga tidak di cek kebenarannya dan sisanya 10% berita sesungguhnya (yang ini dicampur dengan yang 80% tadi). Kalau dikatakan infotainment itu hiburan, banyak acara lain yang sama menghiburnya, nggak masalahkan kalau hilang?

Ketiga, artis lagi mencalonkan diri di pemerintahan. Well, even an under-level knows so much people capable to be a leader, then why must you… soal yang ini gw males ngomongnya.  Pada akhirnya toh uanglah yang menutup mulut dan hati. Dan pada akhirnya juga mereka yang merasakan penderitaan akibat pilihan yang salah tersebut.

Keempat, Keadilan!!! Even we said this 100 times or more than that, it just a word after all. Yang mengetahui apa yang disebut dengan keadilan adalah hati kecil didalam tubuh kita. Sehitam apapun hati manusia pasti ada sedikit cahaya di hatinya yang akan memberitahunya saat ia hendak melakukan kesalahan. Kecuali, orang tersebut telah menutup cahaya itu pada sebuah lembaran hitam pekat yang begitu tebal sehingga cahaya itu sama sekali tidak bisa berteriak menyuarakan kebenaran.

Kelima, untuk para pembuat sinetron. Well, once again… para STAFF PENGGARAP SINETRON , bisa tidak kalian membuat sebuah tontonan bermutu dan mendidik? Demi pola pikir masyarakat umum apa lagi masyarakat tingkat menengah kebawah yang sangat mencintai tontonan seperti ini. Demi para orang tua yang mengasuh anaknya di desa dengan serba kekurangan, demi anak-anak yang seharusnya hanya tahu kebaikan (menangis terharu ala sinetron). Tidak semua orang bisa berpikir lurus dan berpikir dua tiga kali kedepan, maka dari itu tanggung jawab kalian pulalah yang harus memperlihatkan sisi kehidupan dan etika yang benar sebagai orang Indonesia yang menganut adat ketimuran yang mengerti tata cara bersikap dan bebicara yang baik. Harap untuk tidak membuat karakter antagonis yang begitu kejam dan lebih kejam dari pada iblis. Kalau tidak bisa mati tidak masalah, mungkin memang menggunakan kutukan atau semacamnya. Tapi kalau sekejam iblis rasanya… setan pun jadi nggak punya kesempatan untuk menggoda manusia, ahahaha…

Keenam, nothing… if i tried to write all, it seems this page would be like a research report.

Mari kita sama-sama memperbaiki ditahun baru yang akan kita songsong sebentar lagi. Tidak hanya diri sendiri, tapi juga bersama-sama orang-orang disekitar kita. Perubahan kecil memang tidak akan terasa dan terlihat besar, tapi jika dilakukan bersama-sama oleh orang banyak, maka itu akan menjadi sebuah perubahan besar.

Let’s Change The World…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: