Archive for the ‘Mind Share’ Category

h1

Our Desires As Big As The Earth Itself

September 24, 2013

earth-mankind

There are more films showing their antagonist who would changing the exist system right now, or take over the world with destroying it, or uniting the world with a war to make people share their pains and sufferings. I was think that is the horrible and evil thing to do. But now… I feel that is the coolest thing to do (that’ s what would God do soon).

Human was the greedy beings, and that is RIGHT.

Salary 1.2M is not enough, so increase it to be 2.2M. Then, 3.7M. Don’t you see our ministers who’s have more than us but still being a corruptor?

Human would never be satisfied, and that is RIGHT.

Look the higher up people in our country. One car is not enough if  no sporty cars in their garage, or if their children doesn’t have one. Well, when you got the ticket, you just need to negotiate with the police.

Just a pair of trendy bag and shoes were not enough, mix-matching it with colourful dress was important.

One houses is not enough, if you have second house like villa or mansion for 2nd wife, 3rd wife or 31st wife?

Human always think that he/she is the right one, and that is… RIGHT isnt’ it?

A group of religious believers committed anarchists, considered by other religions as their dogma. Someone who did despicable deeds, then wearing a religious identity is considered as corrupt part of their dogma.

Man who spread corruption on earth, but their religion was to blame, their God was to blame. Don’t you think God deserve to wrath?

The earth is full, it is very crowded with people and their countless desires. But aren’t both of us waited for the destruction of the world to determine who’s the CORRECT one? Where humans eventually become inhabitants of hell and just little parts who would go to heaven.

We both know, who would became the inhabitants of hell, don’t we?

Iklan
h1

We Wait A Truthful Leader

September 17, 2013

bendera

Lyric of Indonesia Pusaka

Indonesia, tanah air beta. Pusaka, abadi nan jaya.

Indonesia, sejak dulu kala. Selalu dipuja-puja bangsa.

Disana, tempat lahir beta. Dibuai, dibesarkan bunda.

Tempat berlindung dihari tua. Sampai akhir menutup mata.

—I almost cry when I sing this song one year ago in front of my classmate.

When I saw and read news about our brothers and sisters in Egypt, I remember when I was an Elementary student while Reformation 1998 begun.  I saw on television when all young generation stick together to overthrow an incumbent leader at time.

I still remember their face; Anas Urbaningrum, Amien Rais, Megawati, Gus Dur, Adnan Buyung Nasution and others who I (sorry) forget. I still remember them because their face always on headline news. But unfortunately, now not on patriotic one, but on headline news that made me chagrin.

I grown up to be an apathetic person to this future nation. I never use my suffrage and never come to TPS (a place to put a vote) because I didn’t feel their patriotism even their faces spread up on poster and billboard.

Now everyone could talk on social media or newspaper comment column. Some people laughed one down, and another bolstering up. I am happy, Reformation giving us a chance to sound out aloud our premise. But whenever election begun, I still keep my apathy. Fraudulence, curiosity, fast buck, all of those game covering the real aspiration. After they vote, what do they got? Disaffection, right?

But look up today. The hearts of citizen driven by faith. They believe THERE ARE leader who COULD BE TRUST, THERE ARE leader who COULD BE LOVED AND PROUD OF by their hearts, THERE ARE leader who would CHANGE them to be BETTER.

Look to every comment column, people supported their leader who’s down to earth, who’s rushed to opposite classical rules. And conservative groups said, ‘He/she is not a nationalist. Rules not to be broken.’ Don’t you see the rulers maker? They are people who hate changes, they didn’t want to move. They choose to stick with their comfortable position and ignoring all.

Look to every comment column, people deprecate all party who’s entangled in corruption. Proved or not, people no more blind. They could see that rulers just kiss away their money to bought new sporty car, land right, canvassed for election fund and pay for room service of female collegian.

Election 2014 is momentarily. I’m sure Indonesian citizen more clever, but I still longs like them. Waiting for a leader who would alter us, unite our mind and change this nation better.

We, longs for you…

bendera_indonesia_bunga

h1

Fly Birdie, Fly

September 12, 2013

bird fly

 

World, I’m back…

Bagaimana perasaan seekor burung yang bersiap untuk terbang? Seandainya saya bertemu dengan Blu (Rio) dan bisa mewawancarainya…

Dimata seekor burung kecil, induk dan sarang adalah dua hal yang ia butuhkan. Sarang itu menjadi tempat yang paling nyaman baginya. Namun ketika ia beranjak dewasa, sang induk meninggalkannya. Begitu juga saudara-saudaranya yang telah lebih dulu meninggalkan sarang satu per satu.

Disaat ia hanya yang terakhir tersisa, ia akan menatap langit biru dengan sudut pandang yang berbeda. Burung itu tahu ia harus terbang, dan ia juga tahu bahwa setiap burung yang terbang pastilah akan menghadapi angin haluan yang besar, badai, dan juga predator. Sebagian selamat, sebagian lagi tidak. Dan ia akan berada digolongan yang mana?

Sama seperti burung itu, kurang lebih bagaimana aku sekarang. Harus terbang walau tahu besarnya resiko yang harus dihadapi. Diujung langit, akan ada padang bunga yang besar dan hutan dengan limpahan kekayaan yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Tapi sebelum mencapai tujuan itu maka harus melewati badai dan angin haluan.

Fatamorgana? Bukan. Mungkin itu yang disebut dengan ‘Faith’.

Bye, Kinden…

h1

Countdown to The Year End

November 18, 2011

Back to Online…

Hi guys, long time no see.

Apa kabar dunia? Oh, dingin ya. Disini sedang musim dingin, orang-orangnya pun dingin dan hatipun ikut dingin.

Akhirnya bulan November, YES! Besok Desember lalu masuk ke tahun yang baru. Well, beberapa orang sedikit mengkhawatirkan soal tahun depan. But for me… gw senang tahun ini berakhir.

Nge-review dari awal tahun ini :

1. Gw jarang sakit, sekali sakit cuma kena flu yang setahun cuma sekali. But tahun ini (2011), gw kena flu lebih dari tiga kali. Gejala, lebih dari puluhan kali. OMG, mungkin ini akibat dari akumulasi penyakit-penyakit gw dimasa lalu. But i survive…

2. Keuangan gw lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Padahal gaji naik, tapi kenapa ‘sesuatu’ (baca ala Syahrini) aja nggak kebeli.

3. Masalah datang silih berganti. Ya, hidup memang penuh masalah, tapi ini dua-tiga-empat kali lipatnya. Maximum speed dari pergantian masalah ini hampir sama dengan kecepatan maximum dari bajaj, tapi untuk tahun ini dia di-upgrade habis-habisan sehingga kecepatannya mengalahkan Shinkasen. Great, great… and i still survive.

4. Tetep belum dapet jodoh. Belum. Haha… dimohon bagi kalian yang ingin memberi saya kartu undangan pernikahan harap untuk berpikir dua kali, DUA KALI!! Setidaknya pikirkan bagaimana keadaan saya setelah melihatnya, apa saya shock? Apa langsung pergi ke UGD atau mungkin sudah sampai alam baka. Harap pikirkan sekali lagi.

BTW, tahun ini banyak mengajarkan gw tentang hidup. Ya tentu, kalo gw mati pasti pelajarannya tentang kematian.

When the winter soltice end, new sunshine would come. I hope for better future and so much happiness for me, you and our world. See you… ciao!!

winter soltice

PS :  Buat cowok yang lagi nyariin gw dibelahan dunia yang lain (tsah…), I am here, waiting for you. Buat cowok yang kata emak gw SMS tiap malem, hello… i am here so dont worry and be happy. Wish you luck, dear.

h1

Countdown The Year, Countup The Problem

Desember 28, 2009

W-O-W

Akhir tahun yang penuh dengan masalah yang mendebarkan ya.

Pertama, untuk saudaraku ibu Prita Mulyasari. Well, we share the first name… semoga anda bisa menikmati indahnya kebenaran dan keadilan dari Allah SWT yang datang melalui tangan-tangan saudara anda yang bahkan hanya mengenal anda melalui layar kaca.

Kedua, LM (tsah… ni mulai nulis ala reportase berita kriminal) yang menggemparkan dunia infotainment dan dunia jurnalistik Indonesia. Well, although you didn’t really involve… tapi akhirnya semua lapisan masyarakat bisa berpikir melalui sudut yang berbeda-beda. Dan mengenai MUI yang menegaskan bahwa tayangan infotainment itu HARAM, well saya SETUJU bayangkan saja dari 30 menit tayangan tersebut 10%-nya iklan, 80% berita asli gossip diselingi komentar dan narasi yang juga tidak di cek kebenarannya dan sisanya 10% berita sesungguhnya (yang ini dicampur dengan yang 80% tadi). Kalau dikatakan infotainment itu hiburan, banyak acara lain yang sama menghiburnya, nggak masalahkan kalau hilang?

Ketiga, artis lagi mencalonkan diri di pemerintahan. Well, even an under-level knows so much people capable to be a leader, then why must you… soal yang ini gw males ngomongnya.  Pada akhirnya toh uanglah yang menutup mulut dan hati. Dan pada akhirnya juga mereka yang merasakan penderitaan akibat pilihan yang salah tersebut.

Keempat, Keadilan!!! Even we said this 100 times or more than that, it just a word after all. Yang mengetahui apa yang disebut dengan keadilan adalah hati kecil didalam tubuh kita. Sehitam apapun hati manusia pasti ada sedikit cahaya di hatinya yang akan memberitahunya saat ia hendak melakukan kesalahan. Kecuali, orang tersebut telah menutup cahaya itu pada sebuah lembaran hitam pekat yang begitu tebal sehingga cahaya itu sama sekali tidak bisa berteriak menyuarakan kebenaran.

Kelima, untuk para pembuat sinetron. Well, once again… para STAFF PENGGARAP SINETRON , bisa tidak kalian membuat sebuah tontonan bermutu dan mendidik? Demi pola pikir masyarakat umum apa lagi masyarakat tingkat menengah kebawah yang sangat mencintai tontonan seperti ini. Demi para orang tua yang mengasuh anaknya di desa dengan serba kekurangan, demi anak-anak yang seharusnya hanya tahu kebaikan (menangis terharu ala sinetron). Tidak semua orang bisa berpikir lurus dan berpikir dua tiga kali kedepan, maka dari itu tanggung jawab kalian pulalah yang harus memperlihatkan sisi kehidupan dan etika yang benar sebagai orang Indonesia yang menganut adat ketimuran yang mengerti tata cara bersikap dan bebicara yang baik. Harap untuk tidak membuat karakter antagonis yang begitu kejam dan lebih kejam dari pada iblis. Kalau tidak bisa mati tidak masalah, mungkin memang menggunakan kutukan atau semacamnya. Tapi kalau sekejam iblis rasanya… setan pun jadi nggak punya kesempatan untuk menggoda manusia, ahahaha…

Keenam, nothing… if i tried to write all, it seems this page would be like a research report.

Mari kita sama-sama memperbaiki ditahun baru yang akan kita songsong sebentar lagi. Tidak hanya diri sendiri, tapi juga bersama-sama orang-orang disekitar kita. Perubahan kecil memang tidak akan terasa dan terlihat besar, tapi jika dilakukan bersama-sama oleh orang banyak, maka itu akan menjadi sebuah perubahan besar.

Let’s Change The World…

h1

Reporting of The DEAD(line)

Desember 24, 2009

Besok 2010 ya? Bukan 2012 ya?

Ah… kata-kata selamat tinggal 2009 lebih tepat di utarakan sebagai selamat tinggal tahun yang benar-benar empat huruf dengan huruf ‘F’ sebagai hint didepannya. Fiuh, i mean.

Gw lama nggak nge-blog karena serius menyatukan banyak ide dikepala dan menuliskannya dalam sebuah alur cerita yang akhirnya jauh dan jauh dan sangat jauh dari ide awalnya. Beginilah nasib orang yang kebanyakan mikir.

Oke, gw banyak ngeliat Tv akhir-akhir ini yang kebanyakan mengenai kasus artis LM. Baru aja ngeliat debat di TV ONE dan gw ngerasa bahwa itu sama lucunya saat gw nonton Tawa Sutra. Yah, dari dulu memang banyak yang mengatakan bahwa narator disebuah tayangan infotaiment bener-bener kejam.

Well, i’m just an observer after all. But, as an outsider i just could say to them, ‘Are someone had been attack your mother, so you said that ‘thing’?’. Or like this, ‘Did you know about The God Punishment? Well you never realized that will hit you until you feel numb.’

Biasanya sih mereka juga nggak bakalan nyadar…

Cape juga kalau bicara soal lidah manusia yang seharusnya menjadi sebuah penyampai berita yang seindah puisi dan seakurat ensiklopedia.

Aaaargh… this is the end of the world!!! I believe it, I believe it!!! Just say the hell as you please, and let the hell grab you inside!!!

* sorry for so many dirt words upside, it just because i’m in despair.

i'm in despair

h1

Did I Fall In Love Again?

Oktober 24, 2009

OH MY GOD!!!

Em, let me say something first. WHY OH WHY!!!

Nah selesai. Ini curhatan pribadi, yang sebenarnya gw juga bingung apa bisa disebut pribadi saat seperti ini.

Rasanya pernah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama sampai-sapai ga bisa mengebedain mana anak kucing dan anak manusia (i’m loved cute n chubby things.) Pernah merasakan rasanya menyukai sesuatu sampai-sampai lupa pada semua hal didunia ini (tsah…) Pernah merasakan kehilangan sampai-sampai lupa bahwa pasir yang digenggam ditangan justru akan lepas jika menggenggamnya terlalu erat.

Begitulah. Apa ini cinta pertama? Apa ini pertanyaan anak SD jaman sekarang? Atau anak TK? Pokoknya, begitulah.

Sekarang, gw merasakan hal yang sama lagi. Yang namanya berdebar-debar, yang namanya usaha atau yang namanya tarik ulur. Rasanya pengen ketawa sekeras-kerasnya. Tapi berhubung gw belum makan, di pending dulu aja.

Ya. Perasaan yang sama datang lagi, tapi sebisa mungkin gw berusaha untuk tetap mengabaikannya. Entah sampai kapan, mungkin sampai Yang Kuasa bilang “He is yours.” Tapi kalau bilang gitu kapan dong? (tipe nggak sabaran.)

Kalau seperti itu kaya nunggu kado istimesa diwaktu istimewa ya… rasanya lebih deg-deg-an. Yah, doakan saja bahwa kado tersebut akan makin indah jika gw terus berdoa untuk yang terbaik kedepannya.

Mohon doanya… Yay!!! I said it, mohon doanya!!!

See You All 😛